Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Pusaka Pengukir Pusara
Cerita ini hanyalah fiksi belaka, walaupun demikian dalam beberapa hal, penulis menyadur beberapa alur sejarah yang pernah terjadi dalam sejarah perang saudara antara kerajaan Bone dan Gowa-Tallo, untuk memperkenalkan sejarah Sulawesi Kepada Teman-teman lainnya. Perlu diingat bahwa tulisan ini hanya sebuah karangan belaka. kejadian-kejadian serta nama-nama yang diungkapkan dalam tulisan ini sebagian besar tak pernah terjadi dan ada.
EPISODE I
Pusaka Titipan Ayah Hari itu Mangngalle sangat malas untuk memenuhi panggilan sang ayah Daeng Mangngaru yang dikenal sebagai jagoan di daerah itu. Sebenarnya hubungan ayah - anak ini tidaklah begitu baik,Tindak tanduk Daeng Mangngaru yang dikenal sebagai jagoan di seantero masyarakat Kerajaan Segeri itu tidak begitu berkenan di hati sang anak. Mangngaru merasa ayahnya terlalu banyak bertindak di luar batas, memungut upeti dari para pedagang dengan cara kasar bahkan tak segan-segan membunuh. Dia merasa malu, walaupun begitu sebagai anak Mangngalle tetap mau berbakti pada sang ayah.
Label:
Cerita Bersambung
Bissu: Komunitas Unik dan Hampir Punah di Tanah Bugis
Sepertinya hanya di budaya Bugis, dikenal lima (5) jenis gender. Menurut penelitian anthropolog Australia, Sharyn Graham dalam research reportnya; Sex, Gender and Priests in South Sulawesi, Indonesia, IIASNewsletter|#29|November 2002 27 , budaya Bugis mengenal empat jenis gender dan satu para-gender; laki-laki (oroane), perempuan (makunrai), perempuan yang berpenampilan seperti layaknya laki-laki ( calalai), laki-laki yang berpenampilan seperti layaknya perempuan (calabai) dan para-gender bissu. Jenis yang terakhir ini lebih banyak disalah artikan dan dianggap identik dengan jenis calabai, walau secara peran dan kedudukannya dalam budaya
Bugis tidak demikian. Juga, tidak sedikit yang mempertautkan keunika para-gender Bissu ini dengan kepercayaan lokal yang disebut Tolotang, hal yang mana dibantah secara nyata oleh komunitas Amparita Sidrap yang menjadi representasi penganut Tolotang dalam suku Bugis.
Label:
Culture
Colliq Pujie: Perempuan Cerdas, Unik dan Perkasa dari Bugis
Tidak banyak tokoh perempuan yang ”kebetulan” terkenal di Indonesia, terutama dari timur. Pencatatan sejarah Indonesia, disebabkan berbagai hal, telah menyebabkan peminggiran kiprah perempuan Indonesia. Salah satu tokoh dari timur yang telah melakukan hal-hal luar biasa, tapi banyak terlupakan adalah Colliq Pujie.
Label:
Culture
Langganan:
Postingan (Atom)
About Me
- Colliq Pujie
- Kita saling mengulurkan tangan ketika hanyut, Kita saling menghidupkan karena kita seia sekata, Saling mengangkat dan tak saling menjatuhkan
